Jumat, 28 Juni 2013

SUARA HATI ANAK DAERAH DI KOTA STUDI MANADO



SUARA HATI ANAK DAERAH DI KOTA STUDI MANADO.

Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia Papua khususnya anak adat tanah Amungsa-Kamoro di Mimika yang bebas dari Minum Berhacohol, bebas dari konflik, bebas dari korban minuman berhacohol, kami kaum intelektual  di Manado berpandangan bahwa pokok inti dari berbagai persoalan yang terjadi pada mahasiswa Mimika di berbagai kota studi maupun masyarakat di Kabupaten Mimika adalah dilatarbelakangi oleh faktor kebebasan pemerintah Mimika dalam perdagangan minuman berhacohol di Kabupaten Mimika, demi mencapai tujuan yaitu menguasai tanah Mimika.
Berbagai upaya sudah di lakukan oleh mama-mama di Mimika yang telah melahirkan kami dengan tujuan pemberantasan minuman berhacohol dan tutup bar- bar yang membawa Virus, tetapi belum pernah ada realisasi oleh PEMDA dan DPRD Kabupaten Mimika, hal ini mama-mama sudah mengerti bahwa faktor lingkungan sangat mempengaruhi, ketiga anak beranjak ke lingkugan sekitarnya dan beranjak ke lingkugan yang lebih luas, apalagi kabupaten Mimika ketiga anak-anak dilahirkan berjalan diatas duri botol minuman berhacohol. 
Maka sebagai komitmen kami kaum intekletual melalui pemberatasan perdagangan minuman berhacohol lewat aturan PERDA sangat tepat. Oleh sebab itu kami mahasiswa Amungme Kamoro di Se-Sulawesi Utara-Manado  menyampaikan  kehadapan Pemerintah Kabupaten Mimika bahwa:
 Segera PEMDA, DPRD, tokoh Gereja, Tokoh Masyarakat, tokoh kaum Perempuan dan kaum intelektual duduk bersama untuk meyelesaiakan persoalan perdagangan Miras di Kabupaten Mimika. jangan hanya tahu hari-hari duduk dan hitung Emas perdetik, Kabupaten dapat berapa? Propinsi dapat berapa? Jakarta dapat berapa? Amerika dapat berapa?   
 Segera menetapkan aturan PERDA dalam hal ini perdagan Miras di Kabupaten Mimika. 
Segera DPRD dan Pemerintah Mimika menjawab aspirasi-aspirasi dari mama-mama yang selalu di  tampung dalam hal ini tuntutan-tuntutan dari mama agar  bar-bar dan tempat-tempat  transaksi minuman berhacohol segera ditutup di kabupaten Mimika.
Segera PEMDA Mimika menyelesaiakan persoalan 4 mahasiswa yang meninggal karena minuman berhacohol di Jawa, karena kami mahasiswa dan pelajar sudah  belajar minum minuman berhakohol dari dapur atau dimana kami dilahirkan dan dibesarkan adalah Kabupaten Mimika.  Segera jadikanlah kota Timika bebas dari minuman berhakohol. “Demi MENJAGA MEMELIHARA NAMA AMUNGME DAN KAMORO DAN KELANGSUNGAN HIDUP ANAK CUCU AMUNGME DAN KAMORO DI TANAH LELUHUR KAMI DI HARI ESOK “              
            TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA


  Manado, 28 Juny  2013
                                                                                                                
Pengarah Mahasiswa dan Pelajar Mimika di Manado


HILARIUS DOLAME