SUARA HATI ANAK
DAERAH DI KOTA STUDI MANADO.
Dalam
rangka peningkatan sumber daya manusia Papua khususnya anak adat tanah
Amungsa-Kamoro di Mimika yang
bebas dari Minum
Berhacohol, bebas dari konflik, bebas dari korban minuman berhacohol, kami kaum
intelektual di Manado berpandangan bahwa
pokok inti dari berbagai persoalan yang terjadi pada mahasiswa Mimika di berbagai
kota studi maupun masyarakat di Kabupaten Mimika adalah dilatarbelakangi oleh
faktor kebebasan pemerintah Mimika dalam perdagangan minuman berhacohol di
Kabupaten Mimika, demi mencapai tujuan yaitu menguasai tanah Mimika.
Berbagai upaya sudah di lakukan oleh mama-mama di Mimika yang
telah melahirkan kami dengan tujuan pemberantasan minuman berhacohol dan tutup
bar- bar yang membawa Virus, tetapi belum pernah ada realisasi oleh PEMDA dan
DPRD Kabupaten Mimika, hal ini mama-mama sudah mengerti bahwa faktor lingkungan
sangat mempengaruhi, ketiga anak beranjak ke lingkugan sekitarnya dan beranjak
ke lingkugan yang lebih luas, apalagi kabupaten Mimika ketiga anak-anak
dilahirkan berjalan diatas duri botol minuman berhacohol.
Maka sebagai komitmen kami kaum intekletual melalui pemberatasan perdagangan minuman
berhacohol lewat aturan PERDA sangat
tepat. Oleh sebab itu kami mahasiswa Amungme Kamoro di Se-Sulawesi Utara-Manado
menyampaikan kehadapan Pemerintah
Kabupaten Mimika bahwa:
Segera PEMDA, DPRD,
tokoh Gereja, Tokoh Masyarakat, tokoh kaum Perempuan dan kaum intelektual duduk
bersama untuk meyelesaiakan persoalan perdagangan Miras di Kabupaten Mimika.
jangan hanya tahu hari-hari duduk dan hitung Emas perdetik, Kabupaten dapat
berapa? Propinsi dapat berapa? Jakarta dapat berapa? Amerika dapat berapa?
Segera menetapkan
aturan PERDA dalam hal ini perdagan Miras di Kabupaten Mimika.
Segera DPRD dan Pemerintah Mimika menjawab aspirasi-aspirasi
dari mama-mama yang selalu di tampung
dalam hal ini tuntutan-tuntutan dari mama agar
bar-bar dan tempat-tempat
transaksi minuman berhacohol segera ditutup di kabupaten Mimika.
Segera PEMDA Mimika menyelesaiakan persoalan 4 mahasiswa yang
meninggal karena minuman berhacohol di Jawa, karena kami mahasiswa dan pelajar
sudah belajar minum minuman berhakohol
dari dapur atau dimana kami dilahirkan dan dibesarkan adalah Kabupaten
Mimika. Segera jadikanlah kota Timika
bebas dari minuman berhakohol. “Demi MENJAGA MEMELIHARA NAMA
AMUNGME DAN KAMORO DAN KELANGSUNGAN HIDUP ANAK CUCU AMUNGME DAN KAMORO DI TANAH
LELUHUR KAMI DI HARI ESOK “
“TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA”
Manado, 28
Juny 2013
Pengarah
Mahasiswa dan Pelajar Mimika di Manado
HILARIUS DOLAME